Pages

Jumat, 25 Oktober 2013

Faktor-faktor Penyebab Ketunanetraan




Secara ilmiah, ketunanetraan pada individu dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik itu faktor dalam diri individu (internal) maupun faktor dari luar individu (eksternal).
Faktor internal (prenatal) yaitu faktor-faktor yang erat hubungannya dengan keadaan bayi selama masih dalam kandungan. Kemungkinannya karena faktor gen (sifat pembawa keturunan), kondisi psikis ibu, kekurangan gizi, keracunan obat, pengaruh alat bantu medis, si ibu terkena infeksi maternal (rubella atau campak german).
Faktor eksternal ialah
faktor-faktor yang terjadi pada saat atau sesudah bayi dilahirkan. Contoh penyebab ketunanetraan pada saat kelahiran (natal), yakni si ibu hamil menderita penyakit Gonnorhoe, sehingga ketika si anak lahir matanya tercemari kuman Nisseria Gonnorhoe. Penyebab ketunanetraan setelah kelahiran (postnatal), antara lain:
1.        Kecelakaan
Apabila kecelakaan tersebut terjadi benturan atau tekanan keras lalu mengenai mata atau syaraf mata maka dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan ketunanetraan. Hal tersebut pernah terjadi pada salah seorang mahasiswa UPI. Ia menjadi tunanetra karena pada saat ia berumur 6 tahun, matanya terkena ketepel (Sunda) yang sangat keras waktu bermain dengan temannya.
2.        Pengaruh alat bantu medis (tang)
3.        Kurang gizi atau vitamin A
Vitamin A berperan dalam ketahanan tubuh terhadap infeksi. Dengan adanya vitamin A, tubuh lebih efisien dalam menyerap protein yang dikonsumsi. Kekurangan vitamin A akan menyebabkan kerusakan pada matanya, yaitu kerusakan pada sensitivitas retina terhadap cahaya (rabun senja) dan terjadi kekeringan pada konjungtiva bulbi yang terdapat pada celah kelopak mata, disertai pengerasan dan penebalan pada epitel. Pada saat mata bergerak, akan tampak lipatan pada konjungtiva bulbi. Dalam keadaan parah, hal tersebut dapat merusak retina, dan apabila keadaan ini tetap dibiarkan, akan terjadi ketunanetraan.

4.        Terkena racun atau zat kimia
Disamping memberikan manfaat bagi manusia, zat-zat kimia juga dapat merusak apabila penggunaanya tidak hati-hati. Zat kimia tertentu, seperti zat etanol dan aseton, apabila mengenai kornea, akan mengakibatkan kering dan terasa sakit. Selain itu zat-zat lain, seperti asam sulfat dan asam tannat yang mengenai kornea, akan menimbulkan kerusakan, bahkan dapat menyebabkan ketunanetraan.
5.        Panas badan yanga terlalu tinggi
6.        Terkena penyakit infeksi, seperti Trachoma, Conyungtivitis, Retino blastoma, Pertusis
Retinoblastoma merupakan tumor ganas yang terjadi pada retina, dan sering ditemukan pada anak-anak. Gejala yang dapat dicurigai dari penyakit tersebut, antara lain menonjolnya bola mata, adanya bercak putih pada pupil, strabismus (juling), glaucoma, mata sering merah atau penglihatannya terus menurun.

Sumber : 
Soemantri S. (1996). Psikologi Anak Luar Biasa. Proyek Pendidikan Tenaga Guru. Jakarta. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar