Individu tunanetra
memiliki karakteristik berbeda-beda yang perlu dipahami agar bisa mendapatkan
penanganan khusus yang sesuai dengan kondisi individu tersebut.
Karakteristik individu
tunanetra ditinjau dari aspek akademik,
pribadi dan sosial, serta fisik dan motorik.
1.
Aspek
akademik
Tilman & Osborn (1969)
menemukan beberapa perbedaan antara individu tunanetra dan individu awas.
a.
Individu tunanetra menyimpan
pengalaman-pengalaman khusus, seperti halnya individu awas, namun
pengalaman-pengalaman tersebut kurang terintegrasikan.
b.
Individu tunanetra mendapatkan angka
yang hampir sama dengan individu awas, dalam hal berhitung, informasi, dan
kosakata, tetapi kurang baik dalam hal pemahaman dan persamaan.
c.
Kosakata individu tunanetra cenderung
merupakan kata-kata yang definitif.
2.
Aspek
pribadi dan sosial
a.
Karena keterbatasannya, secara tidak
langsung menyebabkan timbulnya masalah kepribadian. Masalah kepribadian
cenderung diakibatkan oleh sikap negatif yang diterima individu tersebut dari
lingkungan sosialnya.
b.
Individu tunanetra mengalami kesulitan
dalam menguasai keterampilan sosial karena keterampilan tersebut biasanya
diperoleh individu melalui model atau contoh perilaku dan umpan balik melalui
penglihatan.
c.
Karena faktor-faktor lingkungannya,
individu tunanetra mudah curiga terhadap orang lain, mudah tersinggung, dan
bergantung pada orang lain.
3.
Aspek
fisik dan motorik
a.
Secara fisik individu tunanetra dapat
dilihat dari kondisi matanya yang berbeda dibanding individu dengan mata
normal.
b.
Memiliki kepekaan pendengaran dan
perabaan yang lebih baik.
c.
Dalam aspek motorik/perilaku, sikap
tubuhnya yang kurang tegak, agak kaku dan kurang fleksibel, serta sering
menunjukan perilaku yang stereotype, misalnya menggosok-gosok mata atau
menghentak-hentakkan kaki.
Karakteristik individu tunanetra
dengan gangguan penglihatan (low vision):
1)
Kurang melihat (kabur), tidak mampu
mengenali oranga pada jarak 6 m;
2)
Kesulitan mengambil benda kecil di
dekatnya;
3)
Kerusakan nyata pada kedua bola mata;
4)
Sering meraba dan tersandung waktu
berjalan;
5)
Bagian bola mata yang hitam,
keruh/bersisik/kering;
6)
Mata beroyang terus;
7)
Peradangan hebat pada kedua bola mata;
8)
Tidak dapat menulis mengikuti garis
lurus.
Karakteristik individu tunanetra
yang tidak melihat (blind) yaitu tidak bisa membedakan cahaya.
Sumber:
Soemantri S.
(1996). Psikologi Anak Luar Biasa. Proyek Pendidikan Tenaga Guru.
Jakarta.
Moh. Anwar,
M.Pd. (2013). Pertemuan 1 dan 2 mata
kuliah Ortopedagogik Umum PLB UNS. Solo.

tampilan blog nya udah bagus dan perlu ditingkatkan,.mungkin saran,gadget kalender sebaiknya diposisikan di atas agar telihat pas saja,,.mkasih
BalasHapusok, mksh sarannya.. :)
BalasHapusok, mksh sarannya.. :)
BalasHapusbagus, setiap artikel ada fotonya :D mungkin widget jam dan kalender letaknya diatas samping kanan supaya keliahatannya sesuai .
BalasHapusmksh masukannya...
BalasHapus