Pages

Senin, 18 November 2013

Karakteristik Individu Tunanetra



Individu tunanetra memiliki karakteristik berbeda-beda yang perlu dipahami agar bisa mendapatkan penanganan khusus yang sesuai dengan kondisi individu tersebut.
Karakteristik individu tunanetra ditinjau dari aspek akademik, pribadi dan sosial, serta fisik dan motorik.
1.        Aspek akademik
Tilman & Osborn (1969) menemukan beberapa perbedaan antara individu tunanetra dan individu awas.
a.         Individu tunanetra menyimpan pengalaman-pengalaman khusus, seperti halnya individu awas, namun pengalaman-pengalaman tersebut kurang terintegrasikan.
b.         Individu tunanetra mendapatkan angka yang hampir sama dengan individu awas, dalam hal berhitung, informasi, dan kosakata, tetapi kurang baik dalam hal pemahaman dan persamaan.
c.         Kosakata individu tunanetra cenderung merupakan kata-kata yang definitif.
2.        Aspek pribadi dan sosial
a.         Karena keterbatasannya, secara tidak langsung menyebabkan timbulnya masalah kepribadian. Masalah kepribadian cenderung diakibatkan oleh sikap negatif yang diterima individu tersebut dari lingkungan sosialnya.
b.         Individu tunanetra mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan sosial karena keterampilan tersebut biasanya diperoleh individu melalui model atau contoh perilaku dan umpan balik melalui penglihatan.
c.         Karena faktor-faktor lingkungannya, individu tunanetra mudah curiga terhadap orang lain, mudah tersinggung, dan bergantung pada orang lain.
3.        Aspek fisik dan motorik
a.         Secara fisik individu tunanetra dapat dilihat dari kondisi matanya yang berbeda dibanding individu dengan mata normal.
b.         Memiliki kepekaan pendengaran dan perabaan yang lebih baik.
c.         Dalam aspek motorik/perilaku, sikap tubuhnya yang kurang tegak, agak kaku dan kurang fleksibel, serta sering menunjukan perilaku yang stereotype, misalnya menggosok-gosok mata atau menghentak-hentakkan kaki.

Karakteristik individu tunanetra dengan gangguan penglihatan (low vision):
1)        Kurang melihat (kabur), tidak mampu mengenali oranga pada jarak 6 m;
2)        Kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya;
3)        Kerusakan nyata pada kedua bola mata;
4)        Sering meraba dan tersandung waktu berjalan;
5)        Bagian bola mata yang hitam, keruh/bersisik/kering;
6)        Mata beroyang terus;
7)        Peradangan hebat pada kedua bola mata;
8)        Tidak dapat menulis mengikuti garis lurus.

Karakteristik individu tunanetra yang tidak melihat (blind) yaitu tidak bisa membedakan cahaya.


Sumber:
Soemantri S. (1996). Psikologi Anak Luar Biasa. Proyek Pendidikan Tenaga Guru. Jakarta.
Moh. Anwar, M.Pd. (2013). Pertemuan 1 dan 2 mata kuliah Ortopedagogik Umum PLB UNS. Solo.

5 komentar:

  1. tampilan blog nya udah bagus dan perlu ditingkatkan,.mungkin saran,gadget kalender sebaiknya diposisikan di atas agar telihat pas saja,,.mkasih

    BalasHapus
  2. bagus, setiap artikel ada fotonya :D mungkin widget jam dan kalender letaknya diatas samping kanan supaya keliahatannya sesuai .

    BalasHapus