Pages

Kamis, 21 November 2013

Layanan Pendidikan



Sesuai dengan kondisi penyandang tunanetra yang sedemikian rupa, maka layanan pendidikan yang diberikan harus disesuaikan dengan keadaannya. Adapaun layanan pendidikan yang ada bagi tunanetra meliputi:
1.        Pendidikan Terpadu
Model pendidikan terpadu bagi tunanetra merupakan pelopor model pendidikan bagi anak-anak berkelainan di Indonesia. Pendidikan terpadu bagi tunanetra dapat dilakukan mulai dari kelas awal sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pada pendidikan terpadu tunanetra yaitu sekolah formal yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bagi tunanetra bersama-sama dengan anak-anak normal. Sistem ini dilengkapi dengan adanya kelas sumber (resources class) dan kurikulum plus, pada kelas sumber siswa tunanetra di bawah bimbingan guru pembimbing khusus belajar tentang
membaca menulis Braille dan orientasi mobilitas serta pelajaran umum yang mengalami kesulitan. Pada kelas sumber ini pula guru kelas bersama guru pembimbing khusus berkonsultasi dan berdiskusi untuk memecahkan permasalahan-permasalahan tentang pembelajaran bagi tunanetra. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa pendidikan terpadu di samping banyak membantu tunanetra untuk mengembangkan dirinya secara optimal dan juga memberikan peluang bagi penyandang kelainan untuk bersosialisasi dengan masyarakat normal, juga mengandung kelemahan yaitu adanya kecenderungan tunanetra kurang mandiri, seperti keterampilan orientasi mobilitasnya kurang baik.
2.        Pendidikan Khusus
Model pendidikan khusus atau pendidikan anak berkelainan yang terpisah dengan pendidikan umum (anak normal), adalah model pendidikan yang telah lama dikembangkan. Pada pendidikan khusus ini tunanetra belajar terpisah dengan pendidikan anak-anak norma yang sering dikenal dengan sekolah khusus atau sekolah luar biasa (SLB). Sekolah luar biasa bagi tunanetra di Indonesia dikenal dengan SLB-A. Pendidikan khusus ini ternyata bagi tunanetra tidak hanya pada sekolah-sekolah formal saja, tetapi juga diselenggarakan pada panti-panti rehabilitasi tunanetra.

Layanan pendidikan tunanetra yang mempunyai kelainan sedemikian rupa tentu saja memerlukan berbagai alat bantu pendidikan. Berbagai alat bantu pendidikan yang telah banyak dikembangkan oleh berbagi pihak yang menaruh minat pada teknologi pendidikan anak tunanetra menghasilkan alat-alat pendidikan yang bersifat manual, mekanis sampai alat elektronik yang canggih. Adapun peralatan yang digunakan untuk membantu baca-tulis tunanetra tersebut di antaranya adalah:
1.        Reglete dan Stylus
Alat ini berupa alat tulis manual huruf-huruf Braille, terbuat dari bahan logam atau plastik yang berlubang-lubang segi empat sesuai dengan posisi huruf Braille. Stylus adalah pena yang terbuat dari logam runcing seperti paku.
2.        Mesin Ketik Braille
Alat ini berbentuk khusus, pertama kali dikembangkan oleh Perkins USA.
3.        Optic Tactile Converter (Optacon)
Alat untuk membaca yang dapat merubah tulisan awas menjadi huruf-huruf timbul yang dapat diraba.
4.        Komputer Khusus Braille
Ada pengembangan baru komputer yang digunakan untuk membantu relawan awas dalam penyediaan bacaan Braille untuk tunanetra yaitu Mitranetra Braille Converter (MBC). MBC dapat mencetak huruf awas ke dalam huruf Braille.
5.        Termoform
Mesin pengganda (copy) bacaab-bacaan tunanetra dengan mengguanakan kertas khusus yaittu Braiilon.
6.        Telesensory
Alat yang digunakan untuk memperbesar huruf awas agar terbaca oleh penderita low vision.

Selain alat-alat bantu  baca tulis tersebut masih banyak peralatan yang diguanakan tunanetra untuk keperluan dalam pendidikan dan kehidupan sehari-harinya, seperti tongkat lasser untuk orientasi dan mobilitas, jam tangan (talking watch), kamus (talking dictionary), simpoa/papan hitung (abaccus) dan sebagainya.


Sumber: 

Purwanto, Heri. (1998). Ortopedagogik Umum. Institut Keguruan  dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta. Yogyakarta.

3 komentar: